Start Up Belum Manfaatkan Teknologi

JAKARTA. Perkembangan start up di Indonesia terus melaju. Namun ada sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian bagi para pebisnis untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satunya adalah persoalan sumber daya manusia. Menurut hasil riset Berkarya Institute dengan Natio Cultus yang merilis laporan tentang ekosistem start up di Indonesia, menyebut bila sekitar 90% kegagalan start up dalam mengembangkan bisnisnya terjadi karena faktor sumber daya manusia yang tidak kompeten.

 

“Di sini kekurangan ahli teknologi informasi (TI) yang berpengalaman dan bukan fresh graduate,” tutur Ilham Habibie, Ketua Berkarya Institute dalam paparan laporan hasil riset tersebut, Rabu (8/8). Menurutnya, jika start up tidak melibatkan aspek teknologi, maka perusahaan rintisan bakal sulit berkembang. Persoalannya, masih banyak start up yang ada yang belum memanfaatkan aspek teknologi dalam pengembangan bisnis usahanya. Dari hasil riset, diketahui bila start up lokal yang belum memanfaatkan teknologi masih mendominasi. Sedangkan, perusaan rintisan yang sudah memanfaatkan teknologi baru sekitar 12% dari total sampel sebanyak 2.274 start up.